Kamis, 30 April 2009

Masalah Selama Kehamilan


Masalah Selama Kehamilan

Pendarahan
Keguguran
Hamil anggur
Hamil di luar kandungan

Kelainan letak plasenta (placenta previa)
Janin sungsang atau melintang
Janin meninggal dalam rahim

Pendarahan pada awal kehamilan

Pendarahan pada awal kehamilan dapat merupakan ancaman keguguran (abortus), hamil anggur (mola hidatidosa), atau kehamilan di luar kandungan. Pendarahan ini bisa dikategorikan pendarahan ringan atau berat.

Pendarahan pada trimester pertama jarang terjadi. Rata-rata hanya dialami oleh satu dari 5 wanita hamil. Pendarahan sesekali berupa bercak antara seminggu sampai 10 hari setelah pembuahan dikenal dengan implantation bleeding, sebagai akibat sel telur yang telah dibuahi mulai menempel ke dinding rahim. Pendarahan jenis ini tidak membahayakan. Bagaimanapun, sebaiknya berkonsultasilah ke dokter anda apabila terjadi pendarahan.

Bila terjadi pendarahan
Jangan terlalu panik, karena tidak semua pendarahan berbahaya.
Catatlah hal-hal berikut :
kapan darah mulai keluar, berapa banyak, frekuensi keluar, warnanya (merah segar, kecoklatan, dsb), berbau/tidak, terdapat serpihan daging/tidak, dan keluhan nyeri lainnya.
Hindari kegiatan yang bersifat mengguncangkan rahim.
Bila pendarahan berlanjut dan cukup banyak, segeralah ke dokter anda dengan membawa catatan pada point 2 di atas. Biasanya dokter akan melihat, apakah kantung ketuban sudah pecah atau belum. Bila tidak/belum dan keguguran mengancam, istirahat total (bed rest) adalah tindakan tepat dan dokter akan memberikan obat-obatan seperti penghilang rasa sakit, dan penguat kandungan untuk mempertahankan kehamilan. Jika leher rahim terbuka dan kantung ketuban pecah, hampir dipastikan keguguran akan terjadi dan dokter akan melakukan tindakan kuret atau pembersihan rahim.kembali ke atas

Keguguran

Keguguran atau aborsi spontan, adalah hilangnya kehamilan sebelum kandungan berusia 20 minggu. Menurut data statistik, sekitar 15-20% kehamilan akan mengalami keguguran, dimana sekitar 80% nya terjadi pada 12 minggu pertama kehamilan. Umumnya keguguran disebabkan karena kromosom janin yang rusak yang terjadi saat pembelahan sel janin. Secara awam, dikatakan sebagai janin yang tidak berkembang. Penyebab lainnya antara lain: infeksi (seperti TORCH), penyakit kronis (diabetes, darah tinggi), usia kehamilan tua, bentuk rahim tidak normal (misalnya saluran telur yang terpelintir).

Beberapa jenis abortus

Abortus Imminens, akibat gangguan ringan pada plasenta. Gejalanya adalah bercak yang kadang disertai rasa sakit. Umumnya, dengan perawatan dan penjagaan, kehamilan dapat dipertahankan.

Abortus Insipiens, akibat gangguan intens pada plasenta. Gejalanya berupa pendarahan ringan hingga sedang disertai rasa sakit akibat kontraksi rahim. Keadaan ini menunjukkan proses keguguran sedang terjadi. Akan tetapi kehamilan masih dapat dipertahankan (kemungkinannya 10% ). Dan bila tidak, dilakukan tindakan kuret atau pembersihan rahim dari janin.

Abortus Inkomplet, karena sebagain plasenta terlepas dari dinding rahim, dan janin sudah berada di mulut rahim. Gejalanya adalah pendarahan sedang hingga berat dan rasa sakit. Umumnya dilakukan tindakan kuret.

Abortus Komplet, terjadi akibat hasil pembuahan terlepas sama sekali dari dinding rahim dengan gejala pendarahan berat dan rasa sakit. Sebaiknya dilakukan pemeriksaan USG untuk memastikan apakah rahim sudah bersih untuk perlu atau tidaknya dilakukan tindakan kuret.kembali ke atas

Hamil Anggur

Hamil anggur


Pendarahan dari vagina bisa juga disebabkan oleh kehamilan mola atau hamil anggur. Apabila ini terjadi, kehamilan tidak dapat dipertahankan. Kemungkinannya adalah satu dari 2000 ibu hamil dan umumnya dialami usia 40 tahun ke atas. Hamil anggur terjadi akibat sel yang seharusnya membentuk untai-untai pengikat ke plasenta tidak berkembang, malahan justru membentuk gelembung-gelembung berisi cairan yang tidak dapat membantu tumbuhnya janin. Penyebabnya adalah gangguan kromosom pada sperma, atau sel telur akibat infeksi penyakit atau gizi yang buruk. Hamil anggur dengan mudah bisa diketahui dari pemeriksaan USG sejak dini. kembali ke atas

Hamil di luar kandungan

Hamil di luar kandungan


Pendarahan dapat pula disebabkan oleh kehamilan ektopik atau hamil diluar kandungan. Kemungkinannya adalah 7 dari 1000 kehamilan. Apabila ini terjadi, kehamilan tidak dapat dipertahankan. Hamil di luar kandungan terjadi akibat sel telur yang sudah dibuahi tidak masuk dan tertanam dalam rahim, tetapi justru di saluran indung telur, atau leher rahim. Hamil di luar kandungan dengan mudah bisa diketahui dari pemeriksaan USG sejak dini. Tindakan dokter adalah mengeluarkan janin melalui operasi caesar, laparoskopi (memasukkan jarum besar yang ditusukkan lewat kulit perut dan dipandu USG), atau dengan obat-obatan (bila diketahui sejak dini).kembali ke atas

Pre-eklamsia

Pre-eklamsia atau toksemia umumnya terjadi pada trimester ketiga. Persentasenya adalah 5–10% kehamilan. Kecenderungannya meningkat pada faktor keturunan. Pre-eklamsia menyebabkan tubuh ibu ‘teracuni’ dan membahayakan janin. Gejalanya adalah pembengkakan pada beberapa bagian tubuh, terutama muka dan tangan, dan yang gawat apabila disertai peningkatan tekanan darah secara tiba-tiba, serta kadar protein yang tinggi pada urin. Batas aman tekanan darah tertinggi bagi wanita hamil adalah 140/90. Waspadalah bila tekanan anda melebihi ini. Kadar urin dengan protein tinggi ditandai dengan warna kuning tua gelap, kecoklatan, atau kemerahan.

Penyebab pre-eklamsia diduga adalah penyempitan pembuluh darah yang unik (tidak terjadi pada setiap orang) selama kehamilan. Karena itu, wanita yang memiliki kecenderungan tekanan darah tinggi sebaiknya berhati-hati. Penyempitan pembuluh darah berakibat supply makanan dan oksigen melalui plasenta terhambat, sehingga membahayakan janin. Sedangkan pada ibu, umumnya mengalami gangguan fungsi ginjal.

Pencegahan terbaik adalah dengan memantau tekanan darah anda, terutama bagi penderita hipertensi. Padukan pola makan berkadar lemak rendah, dan memperbanyak suply kalsium, vitamin C dan A serta hindari stress.kembali ke atas

Kelainan letak plasenta (plasenta previa)

Idealnya letak janin ada di bawah plasenta, sehingga pada proses persalinan, janin akan mulus untuk keluar. Namun, adakalanya plasenta tidak terletak di tempat yang seharusnya, bahkan menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir (plasenta previa). Kemungkinannya sangat kecil, yaitu 0,5 – 0,8 % pada setiap kehamilan. Kelainan letak plasenta dapat diketahui sejak awal dan dapat berubah pada usia kehamilan lebih lanjut, kecuali bila terjadi pada usia kehamilan tua.

Bila terjadi plasenta previa, kemungkinan besar dilakukan persalinan caesar. Karena dikhawatirkan akan terjadi pendarahan hebat yang membahayakan jiwa ibu. Bila plasenta previa tanpa disertai pendarahan, dokter akan berupaya mempertahankan kehamilan hingga usia janin mencukupi.

Posisi plasenta menghalangi jalan lahir


Posisi plasenta normal

kembali ke atas

Janin sungsang atau melintang

Janin sering berpindah-pindah posisi. Umumnya, usia 34-36 minggu, posisi janin cukup fix karena rongga rahim sudah semakin sempit bagi dirinya yang membesar. Posisi terbaik saat akan lahir adalah kepala menghadap jalan lahir, sehingga saat akan lahir kepala akan terdorong keluar, dan selanjutnya bidan/dokter akan mudah untuk mengeluarkan seluruh anggota tubuh. Sebaliknya, bila hal lain yang terjadi, persalinan akan lebih sulit. Kemungkinan letak bayi sungsang pada saat kelahiran adalah 4%. Kelainan ini dapat dideteksi dengan mudah oleh dokter.

Penanganan kelahiran sungsang adalah kasus per kasus. Sifatnya sangat individual. Namun, dokter akan tetap mengupayakan kelahiran secara alami. Keputusan operasi diambil dengan mempertimbangkan keselamatan ibu dan bayi.kembali ke atas

Janin meninggal dalam rahim

Kematian janin dalam rahimbiasanya terjadi pada minggu ke-20 hingga menjelang kelahiran. Penyebabnya bisa kedua belah pihak yaitu ibu, maupun janin itu sendiri. Faktor yang disebabkan oleh janin antara lain plasenta yang tidak berfungsi dengan baik (plasenta terlepas, pre-eklamsia, dll), masalah pada tali pusat (terlalu panjang sehingga melilit leher janin, atau terlalu pendek sehingga terpilin), dan faktor air ketuban yang terlalu sedikit. Faktor penyebab dari ibu antara lain penyakit berat yang diderita ibu misalnya jantung, ginjal, paru-paru, infeksi toksoplasma, rubela, dan sebagainya.

Sebaiknya ibu hamil waspada. Setelah usia kehamilan di atas 34 minggu, ibu bisa menghitung sendiri gerakan janin dalam rahim. Umumnya setiap 1 jam terjadi 10-20 gerakan. Waspadai bila janin mulai berhenti bergerak dan segera hubungi dokter.

Pendeteksian dengan USG mudah dilakukan. Tali pusat yang melilit akan menyebabkan bayi sesak. Tetapi, bila sampai melilit erat, bayi harus segera dikeluarkan melalui operasi caesar.kembali ke atas

Daftar Pustaka
Mengenali dan Mengatasi Titik-titik Rawan Kehamilan, seri Ayahbunda, Jakarta


Halaman Utama Shvoong>Kedokteran & Kesehatan
>Pengobatan Investigatif
>Kenali Tali Pusat Bayi

.
Berikut
>
Kenali Tali Pusat Bayi
Summary rating: 4 stars
(5 Tinjauan)
Kunjungan : 291
Comments : 0
kata : 300
oleh : farihik
Pengarang : Republika Contributor
Diterbitkan di: Nopember 14, 2008
Beberapa saat setelah lahir, tali pusat yang terhubung dengan ari-ari akan dipotong. Sehingga tali pusat yang melekat di pusat bayi tersisa sepanjang kurang lebih tiga sentimeter.
Dalam keadaan normal, tali pusat akan pupus dengan sendirinya dalam waktu lima sampai tujuh hari.
Sangat penting untuk merawat bayi yang baru lahir dengan tepat. Terutuma jika tali pusar belum lepas yang perlu dijaga agar tidak terjadi infeksi dan komplikasi lainnya.
Menurut University of Virginia Health System, ada beberapa peringatan yang perlu diperhatikan orangtua bahwa telah terjadi infeksi atau komplikasi, yaitu :
* Jika ujung tali pusar yang berada paling dekat dengan kulit tampak berdarah.
* Tali pusar berubah warna menjadi kuning atau putih pucat.
* Daerah di sekitar pusar terlihat bengkak atau kemerahan.
* Bayi Anda memberikan sinyal dia merasa sakit dan perih pada bagian pusarnya
Link yang relevan :
http://www.republika.co.id/berita/13698.html
Daftar Pustaka
Kenali Tali Pusat Bayi oleh Republika Contributor 2008 Cetak Kirim Link Laporan Terjemahkan


BERITA TERKINI
Bermain Dengan Bayi Baru Lahir
Cara seorang bayi mengeksplorasi dunia barunya, adalah dengan memperhatikan orang-orang yang ada disekelilingnya. Meski mengurus bayi cukup melelahkan, namum ada baiknya untuk mulai menstimulasi dan mengenalkan lingkungan disekelilingnya.

Jangan Sepelekan Konstipasi Pada Anak
Survei di Amerika tahun 2003 dan 2004 terhadap anak-anak dibawah 18 tahun yang menderita konstipasi, ternyata menghabiskan biaya kesehatan tak kurang dari 3,9 miliar dolar setahun atau setara dengan 39 triliun rupiah.

Memahami Lebih Jauh Tes Apgar
Tes Apgar biasanya dilakukan dua kali, pertama sekitar satu menit pertama setelah kelahiran dan dilakukan kembali sekitar 5 menit setelah kelahiran.

20 Cara Memacu Perkembangan Otak Bayi
Antara ibu dan bayi yang baru lahir, dibutuhkan hubungan yang erat sehingga perkembangan otak dan penalaran bayi terpacu dengan kondisi yang ada disekitar.

Merawat Bayi Prematur Dengan Metode Kangguru
Metode kangguru yang ditemukan tahun 1993 ini, merupakan salah satu cara paling efektif dan murah untuk menghangatkan bayi.

Mengenal Lebih Jauh Tentang Bayi Prematur
Bayi prematur biasanya kurang dari 259 hari atau sekitar 37 minggu terhitung sejak hari terakhir haid ibu.

Penuhi Kebutuhan Tidur Malam Si Kecil
Seorang bayi yang kerap terbangun di tengah malam bisa akibat beberapa faktor yang dapat mengganggu kualitas tidurnya di malam hari.






Cara Merawat dan Membersihkan Tali Pusar
Senin, 28-April-2008 13:17:36
Oleh : Rahmi

Saat bayi dilahirkan, tali pusar (umbilikal) yang menghubungkannya dan plasenta ibunya akan dipotong oleh dokter. Semasa dalam rahim, tali ini menyalurkan oksigen dan makanan dari plasenta ke janin yang berada di dalamnya.

Tapi saat dilahirkan, bayi tidak lagi membutuhkan oksigen dari ibunya, karena ia sudah dapat bernapas sendiri melalui hidung. Karena itulah, tali tersebut harus dipotong meski tidak semuanya.

Tali pusar yang melekat di perut bayi, akan disisakan beberapa senti oleh dokter. Sisanya ini akan dibiarkan hingga pelan-pelan menyusut dan mengering, lalu terlepas dengan sendirinya.

"Tali pusar itu memang sengaja disisakan beberapa sentimeter, hingga menyusut dan terlepas dengan sendirinya," jelas Dr. H. Effek Alamsyah, MPH, MBA., dari RS Islam Jakarta.

Tak perlu panik bila si kecil mengalami sedikit pendarahan saat sisa tali pusarnya terlepas, karena itu hal yang wajar. "Itu wajar, kok, tidak ada yang harus dikuatirkan," ujar spesialis Neonatal ini lagi.

Saat sisa tali pusar masih menggantung, banyak ibu-ibu yang takut memandikan bayinya. Dari takut basah, berdarah atau lama keringnya. Padahal tak masalah bila sisa tali pusar tersebut terkena air. Tapi bila memang takut, cukup basuh tubuhnya dengan handuk yang dibasahi air hangat.

Agar tidak menimbulkan infeksi, sisa potongan tadi harus dirawat dengan benar. Sebanyak dua kali sehari sehabis mandi, tali pusar si kecil harus dibersihkan. Setelah bayi berusia 10-14 hari, biasanya tali pusar ini sudah mengering dan terlepas dengan sendirinya.

Cara membersihkannya bisa dilakukan sebagai berikut:

1. Cuci tangan bersih-bersih dengan sabun.
2. Ambil kapas bulat atau kapas bertangkai yang telah dibubuhi alkohol 70%, lalu bersihkan sisa tali pusar, terutama bagian pangkalnya (yang menempel pada perut).
3. Lakukanlah dengan hati-hati, apalagi bila pusar bayi masih berwarna merah.
4. Gunakan jepitan khusus dari plastik untuk 'memegang' ujung tali pusarnya, agar lebih mudah dalam membersihkan dan melilitkan perbannya.
5. Rendam perban/kasa steril dalam alkohol 70%, lalu bungkus sisa tali pusar. Usahakan agar seluruh permukaan hingga ke pangkalnya tertutup perban.
6. Lilitkan perban/kasa sedemikian rupa agar bungkusan tidak terlepas. Pastikan tidak terlalu ketat, agar bayi tidak kesakitan.
7. Gunakan kain kasa untuk mengikat perban agar tetap pada tempatnya.

(mi/Int/IA)


Komentar terkini ( 7 komentar )



Annimoet :
salut sama halohalo.com dengan berbagai informasi kesehatan yang diberikan. Kalo ga salah, skrg ada perawatan tali pusat yang baru, jd ga dibungkus dg kasa beralkohol karena alkohol 70% mengandung alkohol dan air. Alkohol mudah menguap, jd kalau tali pusat dibungkus dengan kasa beralkohol, ga lama alkohol akaan menguap dan yang tersisa hanya air saja. Dengan demikian, tali pusat lebih lama kering dan potensial menjadi tempat berkembang biak berbagai mikroorganisme lainnya. Semoga bermanfaat....


Yudi Hermawan :
wah kebetulan saya baru mau skripsi dan kebetulan mengambil jdul tenrang tali pusat.alhamdulilah da refrensi ini,lumayan lengkap tapi kalo bisa paparkan juga perbedaan perawatan tali menggunakan kasa beralkohol dengan menggunakan kaas kering.kalo bisa tlg kirim emailnya soalnya saya butuh bgt....tanks


Zicha :
Kayana Ilmu Terbaru Sekarang Tidak Boleh Pake Alkohol Ya...Hanya ditutup Dengan Kassa Steril Kering.


Kadek Erna :
saya ni baru mau penelitian, sbelumnya saya harus cari referensi buat peneloitian saya, syukur banget deh karna kbetulan penelitian saya tentang faktor yang mempengaruhi puputnya tali pusat, makaSI Yaa informasinya... tambah banyak tambah bagussss......caaayoooo


Putri :
thanks allot de.. berkat artikel ini makaalah saya jadi lebih lengkap. kebetulan saya adlh slah satu mahasiswa kebidnan, so butuh banget yng namanya perkembangan cara perwtan tali pusat yang up to date, biar ga jadi bidan yang kuper.... nuwuuun sanget


Jessica :
saya setuju dengan beberapa opini yang sebaiknya tidak menggunakan alkohol,, karena di beberapa bayi didapati adanya reaksi alergi terhadap alkohol tersebut. Jadi sebaiknya untuk para ibu, pemeriksaan alergi hendaknya dilakukan


Hendra :
Teman-teman saya mau tanya bagaimana dengan tali pusat yang tidak dirawat berapa lama akan lepas maksudnya tali pusat akan lepas sendiri tanpa perawatan berapa hari atau minggu lamanya? apa akibatnya bila tidak dirawat. Infeksi-infeksi yang ditimbulkan apa saja? balas ke email,ya! terima kasih! hendra_bengkulu_2008@yahoo.co.id
Kisah Keajaiban Sel Induk Darah Tali Pusar:
Penderita Leukemia Diselamatkan oleh Adik Bayinya
Senin, 27 Sep 2004 09:23:12

Pdpersi, Jakarta - Untuk memberikan kesempatan hidup kepada putranya yang menderita leukemia, sepasang suami istri memberikan darah tali pusar anak keduanya untuk menyembuhkannya. Darah tali pusar dari si kecil Rachel Foo telah menyelamatkan jiwa sang abang, Ryan, 3 tahun, yang menerima transplantasi dari sel induknya, setelah usaha pengobatan lain gagal. Itu terjadi 18 bulan yang lalu. Kini Ryan berumur 5 tahun dan mulai bersekolah di TK telah bebas dari leukemia.

Juru bicara, CyGenics, perusahaan bioteknologi yang mengoperasikan CordLife sebuah bank darah tali pusar swasta yang menyimpan dan memproses darah tersebut di Singapura, baru mengumumkan keberhasilan transplantasi ini kemarin karena mereka ingin benar-benar yakin bahwa Ryan telah terbebas dari leukemia.

Di akhir tahun 2001 para dokter hanya memberikan 10% harapan hidup jika ia tidak menjalani transplantasi (pencangkokkan) sumsum tulang. Sayangnya dari kedua orangtuanya Ryan tidak ada yang cocok sehingga Ryan membutuhkan donor dengan kemungkinan kecocokan 1:20000.

Permohonan akan kesediaan donor yang dimuat pada harian Strait Times di bulan Desember 2001 memiliki respons yang cukup baik, kata ayah Ryan Mr.S Y Foo tapi tak ada seorang pun yang cocok. Ketika keluarga Foo mendengar darah tali pusar dapat digunakan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit kelainan darah, mereka memutuskan untuk memiliki anak kedua untuk menyelamatkan Ryan.

Sampai saat ini dilaporkan terapi sel induk darah tali pusar dapat mengatasi leukemia, anemia aplastic/Fanconi, dan penyakit autoimmune. ?Kami sangat gembira darah tali Rachel 100% cocok untuk Ryan?, kata Dr.Tan Ah Moy, konsultan senior hematology dan oncology pada KK Women?s and Children?s Hospital dimana transplantasi itu dilakukan.

?Kecocokan yang sempurna dapat meningkatkan keberhasilan transplantasi ini,? tambah dokter tersebut.? Sel induk yang sehat dari sang adik tersebut dapat memperbaharui sel sel yang rusak dan meningkatkan kembali sistem pertahanan tubuh yang rusak karena kemoterapi dan radioterapi yang digunakan dalam penyembuhan leukemia

Apa itu sel induk darah tali pusar?

Darah tali pusar merupakan darah yang diambil dari tali pusar atau plasenta sesaat setelah seorang bayi dilahirkan. Darah tali pusar kaya akan haematopoeitic stem cells atau sel induk hematopoietik (sel induk pembentuk darah) yang mampu memproduksi sel-sel darah baru baik sel darah merah, sel darah putih maupun keping darah yang sehat.

Sudah lebih dari 15 tahun para dokter dan peneliti mulai mengambil darah tali pusat, membekukan dan menyimpan darah tali pusar dalam bank darah tali pusar setelah keberhasilan dokter di Perancis melakukan transplantasi darah tali pusar manusia pada seorang anak laki-laki berusia 5 tahun yang menderita anemia Fanconi, penyakit keturunan mempengaruhi sumsum tulang belakang, berakibat pada menurunnya produksi semua jenis sel darah.

Saat itu ia menerima suntikan darah tali pusar adiknya yang baru lahir. Sepuluh tahun kemudian, anak ini masih hidup dan tampak sembuh dari penyakitnya, dan masih bertahan sampai sekarang. Sampai saat ini, telah disimpan sekitar 22.000 sampel di seluruh dunia, dan telah dilakukan transplantasi darah tali pusar pada sekitar 2500 pasien. Di Singapura telah dilakukan 15 kasus transplantasi darah tali pusar .

Sampai saat ini ada 72 penyakit yang saat ini dapat diobati dengan pencangkokan HSCs. Kebanyakan dari penyakit ini adalah penyakit yang berat, seperti leukemia, beberapa jenis anemia, myeloma, dan Hodgkin?s disease. Di masa mendatang, beberapa peneliti percaya bahwa sel induk dapat dipergunakan untuk mengobati penyakit jantung, diabetes, Systemic Lupus Erythematosus, multiple sclerosis, muscular dystrophy, stroke, Alzheimer?s disease dan Parkinson?s disease.

Berbeda dengan sel induk embrionik, sel induk yang berasal dari darah tali pusar tidak menimbulkan kontroversi moral dan etika. Prosedur pengambilan darah tali pusar tidak sakit dan dapat dilakukan dengan cepat, dengan resiko kecil untuk ibu dan anak. Transplantasi darah tali pusar ini semakin populer dibandingkan transplantasi sumsum tulang karena:
Proses pengambilan darah tali pusat tidak beresiko untuk ibu dan anak, sedangkan untuk sumsum tulang donor harus menjalani pembiusan dan ada resiko infeksi.
Pengambilan sum-sum tulang adalah proses yang menyakitkan dan perlu operasi. Pengambilan darah tali pusat adalah proses yang tidak menyakitkan untuk ibu dan anak, hanya sebuah jarum yang perlu ditusukan ke tali pusat yang telah dipotong, dan hanya memerlukan waktu beberapa menit.
Kekurangan besar dari pengangkokan sum-sum tulang adalah sedikitnya sum-sum tulang yang bisa dicangkok, terutama untuk orang dari etnik minoritas. Hanya sedikit pasien dapat menemukan donor yang cocok. Diperkirakan hanya 25-30% dari pasien yang memerlukan pencangkokan dapat menemukan donor yang cocok dari keluarganya, dan kemungkinan untuk mendapat donor yang cocok dari orang yang tidak ada hubungan darah adalah 1 dari 20000. Kalau donor dan penerimanya tidak cocok dengan sempurna, bisa terjadi komplikasi yang serius yang dikenal dengan Graft versus Host disease (GvHD). Ini terjadi ketika sel yang baru (the graft) bereaksi terhadap tubuh pasien (the host).
Darah tali pusat dapat disimpan di dalam alat pembeku, siap untuk dipergunakan jika diperlukan. Sumsum tulang hanya diambil ketika diperlukan, kemungkinan perlu beberapa minggu atau bulan untuk mendapat donor yang cocok dan rela untuk diambil.
Karena proses pengambilan sumsum tulang yang menyakitkan atau faktor lain, ada kemungkinan calon donor mengundurkan diri sebelum pengambilan dilakukan.
Dalam kasus pencangkokan autologous (donor dan penerima adalah orang yang sama), sudah pasti cocok sempurna.
Karena sel induk dari darah tali pusat lebih primitif dari yang ada di sum-sum tulang, lebih sedikit kejadian Graft versus Host Disease (GvHD), atau ketika yang dicangkokan melawan tubuh tempat pencangkokan. Kemungkinan tubuh menolak pencangkokan juga lebih kecil. Ini memungkinkan untuk melakukan pencangkokan dengan donor yang tidak benar-benar cocok sempurna. Oleh sebab itu darah tali pusat lebih mudah dipergunakan.
Kini sedang direncanakan membangun Bank Darah Tali Pusar untuk publik di Singapura di mana darah tali pusar bayi akan diproses , dibekukan dan disimpan pada kuartal terakhir tahun ini. Rencananya akan disimpan 10000 darah tali pusar yang akan menolong 100 penderita penyakit kelainan darah/tahun.

Pada saat ini lebih dari 2500 orang menyimpan darah tali pusar bayinya pada 2 bank darah tali pusar swasta., jika sewaktu-waktu sang anak ataupun keluarganya menderita penyakit kelainan darah. Client yang berminat menggunakan jasa ini ini dikenakan biaya untuk pengambilan,pemrosesan dan penyimpanan.

Pada kasus Ryan ,transplantasi ini berlangsung dengan baik walaupun tanpa jaminan bahwa penyakitnya tidak akan kumat kembali.?Kami telah membuat Ryan bahagia dan menikmati hari-harinya kembali .Kami akan menjalani kehidupan yang normal sebagai keluarga. ?kata Mr.Foo mengakhiri pembicaraan.

Sumber : Poppy Arifin, Cell Biologist Lulusan TU Darmstadt, Germany
TALI PUSAT

Pangkal tali pusat/ pusar harus selalu dijaga bersih dan kering, karena merupakan salah satu tempat yang dapat terinfeksi. Kuman yang berkembang biak di tali pusat dapat masuk ke aliran darah dan bayi akan mengalami sepsis, yakni infeksi ke seluruh tubuh bayi dan bisa berakibat fatal. Karena itulah perhatikan betul cara perawatan tali pusat. Biasanya tali pusat akan tanggal setelah 1-2 minggu kelahiran. Tetapi ada juga yang lebih dari itu, tak jadi masalah asalkan tetap dijaga bersih dan kering


Merawat Tali Pusat

2nd of November, 2006.

Tali pusat atau umbilical cord adalah saluran kehidupan bagi janin selama dalam kandungan. Dikatakan saluran kehidupan karena saluran inilah yang selama 9 bulan 10 hari menyuplai zat-zat gizi dan oksigen ke janin. Tetapi begitu bayi lahir, saluran ini sudah tak diperlukan lagi sehingga harus dipotong dan diikat atau dijepit.

Sisa tali pusat yang masih menempel di perut bayi (umbilical stump), akan mengering dan biasanya akan terlepas sendiri dalam waktu 1-3 minggu, meskipun ada juga yang baru lepas setelah 4 minggu. Umumnya orangtua baru agak takut-takut menangani bayi baru lahirnya, karena keberadaan si umbilical stump ini. Meski penampakannya sedikit ’mengkhawatirkan’, tetapi kenyataannya bayi Anda tidak merasa sakit atau terganggu karenanya.



Perawatan tali pusat tersebut sebenarnya juga sederhana. Yang penting, pastikan tali pusat dan area sekelilingnya selalu bersih dan kering. Selalu cuci tangan dengan menggunakan air bersih dan sabun sebelum membersihkan tali pusat. Selama ini, standar perawatan tali pusat yang diajarkan oleh tenaga medis kepada orangtua baru adalah membersihkan atau membasuh pangkal tali pusat dengan alkohol. Rekomendasi terbaru dari WHO adalah cukup membersihkan pangkal tali pusat dengan menggunakan air dan sabun, lalu dikering anginkan hingga benar-benar kering. Penelitian menunjukkan bahwa tali pusat yang dibersihkan dengan air dan sabun cenderung lebih cepat puput (lepas) daripada tali pusat yang dibersihkan dengan alkohol. Meski demikian, praktek membersihkan tali pusat dengan alkohol juga tidak sepenuhnya dilarang karena bahkan di beberapa negara maju pun masih diterapkan. Pertimbangannya, tali pusat yang dirawat tanpa menggunakan alkohol terkadang mengeluarkan aroma (tetap tidak menyengat). Hal inilah yang membuat orangtua merasa khawatir. Bila orangtua ragu untuk menentukan cara mana yang akan diterapkan, lebih baik diskusikan dengan dokter.

Selama belum tali pusatnya puput, sebaiknya bayi tidak dimandikan dengan cara dicelupkan ke dalam air. Cukup dilap saja dengan air hangat. Alasannya, untuk menjaga tali pusat tetap kering. Jangan khawatir, bayi Anda tetap wangi meskipun hanya dilap saja selama seminggu. Bagian yang harus selalu dibersihkan adalah pangkal tali pusat, bukan atasnya. Untuk membersihkan pangkal ini, Anda harus sedikit mengangkat (bukan menarik) tali pusat. Tenang saja, bayi Anda tidak akan merasa sakit. Sisa air atau alkohol yang menempel pada tali pusat dapat dikeringkan dengan menggunakan kain kasa steril atau kapas. Setelah itu kering anginkan tali pusat. Anda dapat mengipas dengan tangan atau meniup-niupnya untuk mempercepat pengeringan. Tali pusat harus dibersihkan sedikitnya dua kali dalam sehari.

Tali pusat juga tidak boleh ditutup rapat dengan apapun, karena akan membuatnya menjadi lembab. Selain memperlambat puputnya tali pusat, juga menimbulkan resiko infeksi. Kalaupun terpaksa ditutup (mungkin Anda ’ngeri’ melihat penampakannya), tutup atau ikat dengan longgar pada bagian atas tali pusat dengan kain kasa steril. Pastikan bagian pangkal tali pusat dapat terkena udara dengan leluasa. Bila bayi Anda menggunakan popok sekali pakai, pilihlah yang memang khusus untuk bayi baru lahir (yang ada lekukan di bagian depan). Dan jangan kenakan celana atau jump-suit pada bayi Anda. Sampai tali pusatnya puput, kenakan saja popok dan baju atasan. Bila bayi Anda menggunakan popok kain, jangan masukkan baju atasannya ke dalam popok. Intinya adalah membiarkan tali pusat terkena udara agar cepat mengering dan lepas.

Biarkan tali pusat lepas dengan sendirinya. Jangan memegang-megang atau bahkan menariknya meskipun Anda gemas melihat bagian tali pusat yang ’menggantung’ di perut bayi hanya tinggal selembar benang. Orangtua dapat menghubungi dokter bila tali pusat belum juga puput setelah 4 minggu, atau bila terlihat adanya tanda-tanda infeksi, seperti; pangkal tali pusat dan daerah sekitarnya berwarna merah, keluar cairan yang berbau, ada darah yang keluar terus- menerus, dan/atau bayi demam tanpa sebab yang jelas. Setelah tali pusat, terkadang pusar bayi terlihat menonjol (bodong). Dalam budaya kita ada anjuran untuk menempelkan uang logam (binggel) di atas pusar bayi setelah tali pusatnya puput. Tujuannya agar pusar anak tidak menonjol (bodong). Padahal tanpa diberi pemberat pun (uang logam), lama-lama tonjolan terebut akan menghilang. Dan sesungguhnya, pusar bodong atau tidak lebih dipengaruhi oleh faktor genetik (EG)
image source: www.flickr.com


Kesehatan Modern

Keajaiban dari Darah Tali PusatÂ

Kehadiran sang buah hati melengkapi kebahagiaan rumah tangga Maya Rumantir (41) dan suaminya, Takala Gerald Manumpak Hutasoit. “Ini anak mukjizat,” tutur Maya, Direktur Lembaga Pendidikan Mayagita, yang juga dikenal sebagai artis penyanyi.
Semula, ia disarankan dokter untuk tidak memiliki anak sebab kelahiran pada sang ibu yang berusia kepala empat dianggap berisiko tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan ibu dan bayinya. “Kami terus-menerus berdoa, dan ternyata dikabulkan,” kata Maya. Ia menikah dengan suaminya pada April 2004.
Ia akhirnya melahirkan seorang anak perempuan dengan operasi Caesar di Rumah Sakit Bunda pada 30 Agustus 2005. Anak yang lahir dengan berat 3,8 kilogram dan panjang 52 sentimeter itu diberi nama Kristamya Kiara Oliveralda Tiurnauli Hutasoit, yang artinya cahaya terang yang cantik.
Untuk mengoptimalkan tumbuh kembang si kecil, Maya berupaya memberikan air susu ibu (ASI) secara eksklusif. Kendati demikian, ia masih diliputi rasa cemas atas perkembangan kesehatan Kiara lantaran makin banyak jenis penyakit yang muncul dewasa ini. “Saya ingin yang terbaik untuk Kiara,” tutur perempuan yang berlesung pipi itu.
Oleh karena itu, ketika datang tawaran dari pihak rumah sakit untuk menyimpan darah tali pusat anaknya, Maya dan suaminya tak butuh waktu lama untuk menyetujuinya. “Tawaran itu datang menjelang saya melahirkan. Begitu diberi tahu sekilas manfaatnya, saya segera mengiyakannya meski ini sesuatu yang baru bagi saya,” kata Maya.
Proses pengambilan darah tali pusat itu pun berlangsung singkat. Begitu lahir, tali pusat diikat dan diambil darahnya sebanyak empat tabung dengan menggunakan suntikan. Darah tali pusat itu lalu dikirim ke bank darah tali pusat yang berlokasi di Singapura. Biaya pengambilan darah tali pusat itu sekitar Rp 11 juta dan biaya penyimpanannya di atas Rp 1 juta per tahun.
“Menurut dokter, darah tali pusat mengandung banyak stem cells yang bisa digunakan untuk mengobati berbagai penyakit kelainan darah dan penyakit lain pada bayi maupun keluarganya,” tutur Maya. Penerapan teknologi sel induk ini memberikan secercah harapan bagi Kiara dan keluarganya untuk terhindar dari berbagai jenis penyakit.
Keajaiban sel induk yang berasal dari darah tali pusat telah dirasakan banyak orang di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah Oh Tze Sun (6), bocah asal Singapura yang divonis menderita talasemia mayor sejak berusia enam bulan. Pada Juli 2001, Oh diberi suntikan darah tali pusat dari bocah yang tak berhubungan kekerabatan dengannya. Kini, ia tidak perlu disuntik setiap hari dan mendapat transfusi darah setiap tiga minggu.
Nyawa Ryan Foo juga diselamatkan oleh darah tali pusat adik perempuannya. Pada tahun 2001 ia dinyatakan dokter hanya memiliki 10 persen harapan hidup jika tidak menjalani pencangkokan sumsum tulang belakang karena menderita leukemia. Sayangnya, kedua orangtuanya tidak ada yang cocok menjadi donor. Keluarga Foo belakangan mendengar darah tali pusat bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit. Mereka lalu memutuskan memiliki anak kedua agar dapat menyelamatkan Ryan.
“Darah tali pusat Rachel ternyata seratus persen cocok untuk Ryan,” kata dr Tan Ah Moy dari Rumah Sakit Ibu dan Anak kepada Good Housekeeping. Akhirnya, 18 bulan kemudian Ryan dinyatakan bebas dari leukemia dan kini telah bersekolah di taman kanak-kanak.

Terapi sel indukÂ

Kehamilan dan kelahiran merupakan proses alami yang penuh keajaiban. Selama masa kehamilan, tali pusat merupakan satu-satunya penyambung kehidupan antara sang ibu dan bayi. Selama ini ari-ari dan tali pusat pada bayi yang baru lahir dibuang atau dikubur. Ada juga yang menyimpannya karena ada mitos tali pusat bisa membantu kesembuhan anak yang sakit.
Ternyata, pada tahun 1963, peneliti di dunia kedokteran menemukan sel induk dari tali pusat dapat dipakai si bayi dan keluarganya untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Sebab, darah di dalam ari-ari dan tali pusat mengandung berjuta-juta sel induk pembentuk darah yang sejenis dengan sel induk yang ditemukan di dalam sumsum tulang.
Pencangkokan darah tali pusat pertama kali dilakukan pada seorang anak penderita anemia fanconi di Paris pada tahun 1988. Keberhasilan pencangkokan itu membuka pandangan baru dalam pemanfaatan darah tali pusat yang sebelumnya tidak berguna. Setelah diteliti lebih lanjut, banyak keuntungan yang ditawarkan dibandingkan dengan transplantasi sumsum tulang yang semula jadi primadona.
Sel induk sumsum tulang dan darah tali pusat sejauh ini telah berhasil digunakan untuk mengobati berbagai penyakit kelainan darah. Hingga kini sedikitnya 3.000 pencangkokan darah tali pusat telah dilakukan. Lebih dari 72 penyakit yang terbukti dapat diobati dengan pencangkokan sel induk ini, di antaranya leukemia, keropos tulang (osteoporosis), dan kanker payudara.
Kebanyakan dari penyakit yang disembuhkan adalah penyakit akut, seperti leukemia akut dan kronis, anemia fanconi, anemia aplastic, dan penyakit auto immune. “Di masa datang, sel induk dipercaya dapat digunakan untuk memperbaiki organ tubuh seperti jantung dan pankreas, serta membantu pengobatan stroke, alzheimer, parkinson,” kata Dr Sunny Tan Chiok Ling PhD dari Cygenics Singapura.
“Pemakaian darah perifer atau tali pusat (umbilical cord blood stem cell) yang mengandung banyak sel stem dewasa mempunyai kemampuan priliferasi lebih baik dibandingkan sel stem sumsum tulang,” kata dr Boenjamin PhD dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Pencangkokan dengan menggunakan sel induk dewasa dari darah tali pusat ini memiliki tingkat kecocokan lebih tinggi dibandingkan sumsum tulang.

Metode pengambilanÂ

Saat ini penggunaan darah tali pusat dalam terapi klinis lebih banyak digunakan untuk pasien kanker, yakni dengan transplantasi hematopoietic stem cells. Menurut Richard Prayogo dan Maria Teresa Wijaya dari Pusat Riset Kalbe Farma Jakarta, kini penggunaan darah tali pusat untuk terapi rejuvenasi bagi orang tua dengan tujuan meregenerasi organ tubuh yang menua tengah diteliti lebih lanjut.
Besarnya manfaat sel induk dari darah tali pusat itu membuat banyak perusahaan berskala internasional melayani pengambilan darah tali pusat saat bayi lahir, di antaranya Cordlife Singapura. Di Indonesia, untuk pertama kalinya bank darah tali pusat didirikan dan mulai beroperasi awal tahun depan atas kerja sama PT Kalbe Farma dan Cordlife. Biaya pengambilan sekitar 1.400 dollar Singapura dan biaya penyimpanan 250 dollar Singapura per tahun.
Pada praktiknya, metode pengambilan darah tali pusat adalah darah diambil segera setelah kelahiran dan setelah tali pusat diklem serta dipotong. Menurut penelitian, metode pengambilan darah tali pusat dengan menggunakan kantong darah lebih aman dari risiko pencemaran dibandingkan dengan metode lain seperti dengan metode jarum suntik.
Caranya, tali pusat dibersihkan dengan iodine dan jarum dari kantong darah ditusukkan ke vena tali pusat. Darah akan mengalir ke kantung darah. Proses ini tidak berisiko dan tidak menyakitkan ibu maupun bayi.
“Pencemaran bakteri dan jamur dapat terjadi pada saat proses pengambilan dan pemrosesan,” tuturnya.
Pengujian darah tali pusat terhadap bakteri dan jamur sebelum dan sesudah diproses harus dilakukan untuk memastikan darah bebas dari pencemaran saat disimpan. Jika tercemar, darah tidak dapat digunakan saat diperlukan. Jadi, darah tali pusat harus tidak tercemar bakteri dan jamur, sedangkan darah sang ibu harus bebas dari virus HIV, hepatitis B dan hepatitis C, sifilis, dan cytomegalovirus.
Jika tercemar, pemberian antibiotik atau obat-obatan lain tidak dianjurkan karena butuh pencairan kembali darah tali pusat yang dibekukan sehingga menambah risiko terkontaminasi. Penggunaan antibiotik sebisa mungkin dihindari pada saat pemrosesan sel. Sampel darah yang terkontaminasi kemungkinan terdapat kuman-kuman lain yang sulit terdeteksi.
Darah berisiko terkontaminasi jika disimpan dalam tabung lantaran proses membuka dan menutup tabung berulang kali saat pemberian antibiotik. Pada proses pembekuan dan pencairan berulang kali, sel di dalam sampel darah ini akan teracuni dan mengurangi jumlah sel-sel hidup. Pergantian suhu udara berulang-ulang berisiko merusak struktur sel.
Kesempatan untuk menyimpan darah tali pusat bayi hanya pada saat kelahiran. Karena itu, kesempatan sekali dalam hidup untuk memberikan proteksi kepada anak dan keluarga kita itu sebaiknya tidak dilewatkan begitu saja. ***


Pre-eklamsia

4 komentar:

  1. kami barusan mengalami hal yang serupa dengan kejadian diatas, tetapi bedanya bayi kami tidak dapat di selamatkan lagi. Kami mohon doanya agar segera diberi momongan lagi dan lahir dengan sehat dan selamat tidak kurang satu apapun

    BalasHapus
  2. Halo,
    Saya Juan Diego, pemberi pinjaman pinjaman swasta yang memberikan pinjaman kesempatan waktu hidup. Apakah Anda membutuhkan pinjaman mendesak untuk melunasi utang Anda atau Anda membutuhkan pinjaman untuk meningkatkan bisnis Anda? Anda telah ditolak oleh bank dan lembaga keuangan lainnya? Apakah Anda membutuhkan pinjaman konsolidasi atau hipotek? mencari lebih karena kami berada di sini untuk membuat semua masalah keuangan Anda sesuatu dari masa lalu. Kami meminjamkan dana kepada individu yang membutuhkan bantuan keuangan, yang memiliki kredit buruk atau membutuhkan uang untuk membayar tagihan, untuk berinvestasi di bisnis pada tingkat 2%. Saya ingin menggunakan media ini untuk memberitahu Anda bahwa kami memberikan bantuan yang handal dan penerima dan akan bersedia untuk menawarkan pinjaman. Jadi hubungi kami hari ini melalui email di: (diegosaintloans@outlook.com)

    BalasHapus
  3. Halo untuk siapa pun yang membaca artikel ini, Nama saya Jude El nino dari sebagian Spanyol dan Indonesia, namun dibesarkan di Filipina, di mana hal-hal yang begitu keras, perekonomian sangat buruk, saya ingin memulai sebuah pabrik susu tapi tidak ada modal untuk memulai proyek besar dan mimpi, dan bank menuntut begitu banyak untuk collecterial, jadi saya memutuskan untuk melihat secara online sampai saya bertemu dengan beberapa perusahaan tetapi mereka scammed permintaan untuk satu kali pembayaran ke yang lain, jadi saya hampir menyerah sampai aku melihat sebuah artikel dari seseorang yang bersaksi tentang perusahaan pinjaman Mr. Dangote, pada awalnya saya pikir itu sama dengan perusahaan orang lain atas tuduhan penipuan uang thier kecil, tapi aku mengumpulkan keberanian untuk mengikuti kebijakan mereka dan sekarang aku CEO perusahaan susu waktu kecil dengan setidaknya 12 pekerja dan saya melakukannya dengan baik, berdoa untuk memperluas, jadi jika Anda membaca artikel ini, perusahaan pinjaman Mr Dangote adalah nyata dan begitu berlaku dan mendapatkan uang Anda sendiri Via pinjaman Dangotegrouploandepartment@gmail.com dan tingkat bunga hanya 1,5% dan pastikan ketika Anda mendapatkan pinjaman Anda, Anda membayar angsuran bulanan Anda tanpa penundaan, dan jika Anda tidak mengerti proses hubungi saya Via judeelnino@gmail.com

    BalasHapus
  4. Saya adalah Ibu Nur Amalina, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka adalah banyak scammers dan pemberi pinjaman pinjaman palsu di internet. Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana Tuhan menolong saya dengan mengarahkan saya kepada pemberi pinjaman asli, setelah itu saya telah scammed oleh beberapa pemberi pinjaman di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai Tuhan menggunakan teman saya yang kemudian menyebut saya sebagai pemberi pinjaman yang sangat andal bernama Mrs. Charity meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 750 juta rupiah Indonesia (Rp750.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan dan hanya dengan suku bunga 2% saja.

    Saya sangat terkejut saat memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah yang saya ajarkan dikirim langsung ke akun saya tanpa penundaan. Karena saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, silakan hubungi dia melalui email: (charitywhitefinancialfirm@gmail.com) dan dengan rahmat Tuhan dia tidak akan mengecewakan Anda dalam mendapatkan pinjaman jika Anda memenuhi persyaratannya.

    Anda juga bisa menghubungi saya di email saya: (nuramalinasofiyani05@gmail.com) Akan melakukan yang terbaik untuk memenuhi pembayaran pinjaman saya yang saya kirim langsung ke rekening bulanan. Itulah alasan Tuhan Yang Mahakuasa akan selalu memberkatinya.

    BalasHapus